Teman Tidak Terduga

Bacaan: Pengkhotbah 4:10-12
NAS: “Juga, jika dua orang tidur bersama, mereka akan tetap hangat; tetapi bagaimana seseorang bisa tetap hangat sendirian?” (ayat 11)

Pada suatu hari, seorang remaja berjalan menyusuri jalan dengan pandangan kosong. Hari yang cerah bagi orang lain, namun rasanya begitu suram bagi dirinya. Hanya musik, lagu-lagu generik yang berulang dan terasa membosankan, yang memenuhi pikirannya.

Tiba-tiba, dia terhuyung karena terpeleset oleh kulit semangka yang ada di trotoar. Dia terjatuh sejenak. Remaja tersebut menyadari salah satu earbud-nya hilang; kemungkinan terjatuh.

Saat mencari earbud-nya, remaja tersebut menemukan seekor kucing di tepi jalan, sedang menggigit earbudnya. “Apa yang kamu lakukan di sini, kecil?” tanya remaja itu dengan penuh rasa ingin tahu. Dengan cepat, kucing tersebut menjatuhkan earbud ke tangan remaja itu dan mengeong puas. “Apakah kamu juga merasa kesepian?” tanya remaja itu, seakan berbicara dengan kucing tersebut. Kucing itu berputar, tatapannya seolah berkata, “Ya, kau juga?” Sambil menggesekkan kepalanya ke tangan remaja itu.

Remaja itu baru saja menemukan teman kecil yang bisa ia bawa pulang. Dunia terasa lebih terang hari itu.

Terkadang, kemalangan bisa membawa kita pada pertemuan yang tak terduga. Mungkin, itu bisa membuka dunia baru, karena harapan sering kali muncul di tempat yang paling tak terduga. Kita hanya perlu cukup terbuka untuk melihatnya.

Dalam Pengkhotbah 4:11, kita diajarkan tentang pentingnya hubungan dan kehadiran sosok lain dalam hidup kita. Kehadiran dan dukungan, bahkan dalam bentuk yang tidak terduga, sangat penting untuk membawa kita keluar dari keputusasaan dan menunjukkan bahwa kita tidak benar-benar sendirian.

Bahkan ketika kita merasa sendirian, kadang-kadang Tuhan menyediakan teman atau kesempatan yang tak terduga untuk mengisi kekosongan itu, mengingatkan kita bahwa kita tidak diciptakan untuk hidup sendiri.

(Halo, aku Grace dan ini kucingku, Yami. Aku mahasiswa dari Universitas Kristen Indonesia)

Grace Prikasih

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *